Lowongan Kerja Online Penipu (entrepreneur.com)

Di masa pandemi virus Corona seperti sekarang, banyak tenaga kerja yang dirumahkan. Mereka harus berjuang hidup agar bisa makan dan dapur tetap mengepul. Lowongan kerja online bermunculan tapi sayangnya sebagian ada yang palsu dan terindikasi adanya penipuan.

Sungguh ironi, bukannya membantu masyarakat yang terdampak COVID-19, sejumlah oknum justru memanfaatkan lowongan kerja online untuk menipu. Jangan sampai Anda tertipu dengan lowongan kerja seperti itu. Oleh karenanya Anda harus mengetahui ciri-ciri lowongan kerja palsu.

Cara Mengetahui Lowongan Kerja Palsu


1. Perusahaan Tidak Muncul di Google


Semua perusahaan besar bisa Anda cari infonya melalui Google. Jika salah satu lowongan kerja di perusahaan tertentu tidak pernah muncul di internet atau Google, berarti Anda perlu waspada. Sebab, bisa jadi itu lowongan kerja online palsu.

Info lowongannya memang online, tapi nama perusahaannya tidak bisa dicari secara online. Bukankah hal tersebut aneh? Terlebih lagi sekarang zamannya serba online. 

2. Email Tidak Resmi


Kalau Anda mau mengecek asli atau palsu lowongan kerja suatu perusahaan, coba lihat email perusahaannya. Rata-rata, email perusahaan menggunakan alamat email resmi dengan domain sesuai nama perusahaan.

Misalnya, email perusahaan Pertamina, maka akan ditulis xxx@pertamina.com. Kalau email perusahaan masih menggunakan domain Yahoo, Gmail, Hotmail, dan lain-lain, maka Anda harus curiga.

3. Lowongan Kerja dari Media Sosial


Harap waspada saat Anda menemukan lowongan kerja online dari media sosial. Sebab, perusahaan ternama sangat jarang sekali menyebarkan lowongan kerja di media sosial, seperti grup Facebook, Instagram, dan lain-lain.

Kebanyakan dari perusahaan tersebut sering memposting lowongan kerja di website perusahaan atau lewat agen perusahaan pihak ketiga. Namun terkadang ada juga perusahaan yang membagikan pengumuman lowongan kerja di situs perusahaan Linkedln.

4. Pekerjaan Tanpa Pengalaman


Biasanya ada kriteria khusus yang terdapat di persyaratan. Namun ada juga perusahaan yang tidak mencantumkan syarat pengalaman tertentu. Artinya semua orang boleh mendaftar tanpa persyaratan khusus atau jenjang pendidikan terakhir.

Kalau ada lowongan kerja online seperti ini lebih baik tidak perlu mendaftar. Walau Anda minim pengalaman, Anda tidak perlu terpancing. Kecuali ada saudara atau teman yang sudah kerja di tempat tersebut. Sehingga bisa dipercaya bahwa lowongan kerja tadi benar-benar ada.

5. Bahasa Lowongan Tidak Formal


Ada juga lowongan kerja yang menggunakan bahasa gaul dan tidak formal. Seharusnya dalam pencarian pegawai atau karyawan baru, perusahaan memakai bahasa formal. 

Ini sebagai bentuk penggambaran dari perusahaan itu sendiri. Semakin bagus bahasanya maka perusahaan tersebut semakin berkompeten.

6. Gaji Tidak Masuk Akal


Sebagai contoh lowongan kerja untuk freshgraduate posisi admin atau staff dengan gaji Rp 7 juta. Tentu gaji segitu tidak masuk akal karena dinilai terlalu besar. Namun karena besaran gaji itulah, banyak kalangan lulusan mahasiswa yang terjebak dan tertipu.

7. Lokasi Interview Jauh dari Perusahaan


Anda juga harus mewaspadai apabila lokasi interview atau wawancara letaknya jauh dari perusahaan yang membuka lowongan kerja. 

Walau perusahaan terkadang mempunyai beberapa cabang, tapi sebagian besar perusahaan akan meminta calon pekerja untuk wawancara di tempat Anda nanti bakal bekerja.

Tidak mungkin kan jika nanti Anda ditempatkan di Jawa Barat tapi interview dilakukan di Jawa Timur. Hal ini kurang masuk akal.

8. Lowongan Kerja Lewat SMS


Sampai sekarang banyak kejadian penipuan lewat SMS, termasuk lowongan kerja. Para oknum mengirim lowongan kerja lewat SMS. Kemudian tanpa syarat apapun si oknum meminta penerima membalas pesan tersebut jika bersedia hadir ke kantor untuk interview.

Hal ini seperti ini sedikit ganjil mengingat banyak lowongan kerja yang harus menyertakan CV dulu baru dipanggil inteeview.

9. Dikirimi Email dari Perusahaan Besar


Ada juga modus penipuan lowongan kerja yang mengirim email langsung ke mahasiswa yang baru lulus kuliah. Para oknum menggunakan email yang mirip dengan perusahaan besar, misalnya xxx@pertamina.com.

Kemudian mereka akan meminta calon korban untuk melakukan interview di Jakarta. Sebelum berangkat, pelaku meminta korban untuk membayar sejumlah uang. Katanya uang akan dikembalikan penuh setelah sampai di tujuan. Padahal, nyatanya hanya bohong belaka.

10. Deskripsi Pekerjaan Tidak Jelas


Penipuan lowongan kerja online sering kali tidak menyebutkan deskripsi pekerjaan secara jelas. Pelaku rata-rata cuma menyampaikan calon korban akan dipekerjakan di perusahaan tertentu dengan gaji sekian. 

Bahkan, terkadang mereka tidak mempermasalahkan tentang pengalaman kerja atau riwayat pendidikan. Kemudian setelah dipanggil wawancara, perusahaan penipu tidak menyebut jabatan. 

Baca juga:

Kesimpulan


Demikian cara mengetahui lowongan kerja online palsu atau penipuan. Anda harus jeli dengan semua penjelasan di lowongan tersebut. Periksa dengan teliti perusahaan tadi seperti apa. Kalau perlu cari kenalan yang kerja di perusahaan tersebut.

Jangan asal menerima panggilan interview, tapi harus membayar biaya tertentu. Soalnya, perusahaan yang baik dan terpercaya tidak akan memungut biaya sepeserpun. Justru perusahaan besar akan membayar atau mengganti biaya transportasi para calon karyawannya.

Post a Comment