Cara Jual Beli Saham Online (indiatimes.com)

Investasi untuk masa depan bisa menggunakan saham. Banyak anak muda yang baru kerja sudah mulai investasi melalui saham online. Tak heran, mereka terlihat lebih santai karena sudah menggunakan sebagian uangnya untuk berinvestasi saham online.

Namun, bagaimana cara jual beli saham secara online? Apakah caranya merepotkan atau membingungkan? Tentu saja tidak, kalau bicara tentang saham, berarti Anda harus terjun langsung di dalamnya agar lebih mudah dipelajari.

Modal Saham Online


Sekarang modal saham online sudah lebih terjangkau ketimbang beberapa tahun lalu. Dengan modal uang di bawah Rp 5 juta, Anda sudah bisa bertransaksi saham online. Rata-rata perusahaan mengharuskan modal saham sekitar Rp 5 juta. Namun, ada juga perusahaan yang memperbolehkan menggunakan modal Rp 100.000.

Oleh karena itu, paling tidak Anda mempunyai uang Rp 5 juta sebelum memulai transaksi saham. Dengan modal segitu, di awal-awal Anda bisa belajar tentang jual beli saham di bursa.

Cara Jual Beli Saham Online



  1. Siapkah modal sekitar Rp 5 juta.
  2. Pilih perusahaan sekuritas perantara atau pialang saham.
  3. Buka akun saham di salah satu perusahaan tersebut.
  4. Setor modal uang ke perusahaan sekuritas.
  5. Berburu saham dan pilih jenis saham apa yang akan dibeli.
  6. Jadwal jual beli saham Sesi 1: Senin-Kamis 09.00 - 12.00. Jumat 09.00-15.49.
  7. Jadwal jual beli saham Sesi 2: Senin-Kamis 13.30-15.49. Jumat 14.00-15.49.
  8. Beberapa jenis saham, seperti trading saham, pembelian saham pasar uang, reksa dana, saham blue chip, dan lain-lain.
  9. Pelajari investasi saham online dan pergerakan pasar saham.
  10. Anda minimal harus beli 1 lot saham perusahaan yang terdiri dari 100 lembar saham.
  11. Contoh, harga saham AOA Rp 1.000 per lembar. Berarti kalau Anda ingin beli 1 lot, maka harganya Rp 100.000.
  12. Pembelian saham bisa melalui pialang saham atau broker dan beli sendiri secara online.
  13. Beli saham lewat broker bisa dengan cara telepon mereka. 
  14. Kalau beli saham sendiri bisa melalui aplikasi jual beli saham online.
  15. Agar jual saham menguntungkan, pastikan Anda memantau pergerakan harga saham.
  16. Pantau pergerakan harga saham dengan aplikasi RTI Business, Investing.com, stockbit, dan lain-lain.
  17. Pastikan Anda menjual saham saat harga saham lebih tinggi dari harga beli (take profit atau profit taking).
  18. Biaya saat jual saham online, di antaranya komisi broker 0,15 persen-0,35 persen dari nilai transaksi saham, biaya transaksi di bursa 0,04 persen dari nilai transaksi dan biaya jaminan KPEI 0,01 persen, PPN 0,03 persen dari nilai transaksi, serta PPh 0,1 persen dari nilai bruto transaksi.
  19. Nah, keuntungan dari jual saham akan ditransfer langsung ke rekening saham Anda.


Tips Aman Investasi Saham Online


Kini sedikit banyak Anda sudah mengetahui gambaran jual beli saham online. Sekarang kami akan memberikan tips jual beli saham online paling aman.


  1. Beli saham dengan modal yang telah disiapkan.
  2. Cek portofolio, sesuai dengan kondisi saat ini atau tidak.
  3. Bangun portofolio saat penurunan saham dan diskon besar.
  4. Pantau pergerakan saham secara berkala.
  5. Siapkan dana darurat jika investasi saham Anda ternyata rugi.


Saham Perusahaan yang Naik Selama Pandemi Virus Corona



  1. PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk (MIKA), melesat 15,57% yakni Rp 2.190/saham. Sepekan terakhir, saham MIKA melesat 18%, meski bulan terakhir masih minus 7%.
  2. PT Siloam International Hospitals Tbk (SILO), menguat 11,56% di level Rp 5.500/saham di sesi I. Sepekan, saham SILO naik 22% kendati sebulan terakhir terkoreksi 14,40%.
  3. PT Metro Healthcare Indonesia Tbk (CARE), melesat 8,84% di level Rp 320/saham. Dalam sepekan terakhir, sahamnya meroket 85%. Emiten ini baru tercatat di BEI pada Jumat (13/3/2020) dengan harga perdana Rp 103/saham. Perusahaan ini memperoleh dana segar senilai Rp 1,1 triliun dengan melepas 10 miliar saham dalam aksi korporasi penawaran umum saham perdana (initial public offering/IPO).
  4. PT Medikaloka Hermina Tbk (HEAL), menguat 6% di penutupan sesi I di level Rp 2.120/saham. Sepekan terakhir, saham HEAL menguat 11,58%, meski sebulan terakhir sahamnya masih ambles 30%.
  5. PT Sejahteraraya Anugrahjaya Tbk (SRAJ) yang mengelola RS Mayapada (Mayapada Hospital) stagnan di level Rp 210/saham di sesi I. Dalam sepekan saham SRAJ naik 7,14% dan sebulan sahamnya naik 5%.
  6. PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO), saham produsen Tolak Angin ini melesat 11,96% di level Rp 1.170/saham. Sepekan terakhir saham SIDO menguat 23,16% tapi sebulan terakhir masih minus 1,68%
  7. PT Kalbe Farma Tbk (KLBF), saham emiten farmasi swasta ini melesat 11% di level Rp 1.155/saham. Sepekan terakhir saham Kalbe menguat 27% kendati sebulan terakhir sahamnya masih terjerembab 3,35%.
  8. PT Kimia Farma Tbk (KAEF), saham KAEF melesat 10,73% di level Rp 1.290/saham. Sepekan saham KAEF meroket 55,09% dan sebulan terakhir terbang 95%.
  9. PT Indofarma Tbk (INAF), saham INAF melesat 9,74% di level Rp 1.070/saham. Sepekan terakhir saham emiten BUMN farmasi ini juga menguat 52% dan sebulan terakhir terbang 100%. Baik Kimia Farma maupun Indofarma adalah anak usaha dari holding BUMN farmasi PT Bio Farma (Persero)
  10. PT Merck Tbk (MERK), saham ini naik 2,49%
  11. PT Tempo Scan Pacific Tbk (TSPC), saham di perusahaan farmasi ini naik menjadi 1,59%
  12. PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM)
  13. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA)
  14. PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI)
  15. PT Bank Rakyat Indonesia (Persoro) Tbk (BBRI)
  16. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI)
  17. PT unilever Indonesia Tbk (UNVR)
  18. PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk
  19. PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IPCC)
  20. PT Wijaya Karya Tbk (WIKA)


Sumber: Cermati.com (8 April 2020)

Baca juga:
12 Aplikasi Saham Terbaik dan Aman untuk Pemula
Jenis Trading Online dan Tips Sukses Trading Forex 
7 Aplikasi Tabungan Online di Smartphone Aman dan Terpercaya
5 Cara Memilih Pinjaman Online yang Aman dan Terdaftar OJK 

Kesimpulan


Demikian cara jual beli saham online paling mudah dipahami. Anda tidak perlu kerja untuk transaksi saham. Bagi Anda yang masih duduk di bangku kuliah, Anda sudah bisa memulai investasi saham online. Sebab, dengan modal Rp 100.000, Anda sudah bisa melakukan transaksi jual beli saham.

Selama pandemi COVID-19 ini saham perusahaan rumah sakit, farmasi, dan sejenisnya naik atau mengalami keuntungan. Nah, Anda bisa berinvestasi di sana agar Anda juga bisa bergabung dengan investor yang berpengalaman.

Post a Comment