Fitur Night Mode Baik untuk Pola Tidur (medium.com)

Banyak orang mengalami masalah kesulitan tidur atau insomnia. Semenjak adanya internet dan smartphone, pola tidur masyarakat jadi terganggu. Bahkan, ada orang yang tidak tidur gara-gara main game semalaman. Untungnya, ada fitur night mode di smartphone yang ternyata baik untuk pola tidur.

Penelitian Pola Tidur terhadap Tingkat Kecerahan Smartphone


Menurut penelitian yang dilakukan oleh Dr. Tim Brown, baru-baru ini diterbitkan dalam Current Biology , tingkat kecerahan lebih berdampak dalam merangsang tubuh daripada warna. 

Baca juga: Viral AirPods Tertelan saat Tidur, Keluar dari Bawah dan Masih Bunyi

Penelitian ini memberitahukan bahwa cahaya biru kurang berdampak pada ritme sirkadian pengguna daripada yang diperkirakan sebelumnya. Perlu dicatat bahwa penelitian ini melibatkan tikus, bukan subyek manusia, seperti yang disadur dari AppleInsider.com (17/12/2019).

Fitur Night Mode Semakin Populer


Dark UI sendiri telah menjadi sangat populer setelah Apple dan produsen terkemuka lainnya yang membangun fitur manajemen lampu layar khusus tujuannya untuk mengurangi emisi cahaya biru.

Perusahaan tersebut mengetahui teori bahwa cahaya biru mengganggu pola tidur karena menekan produksi alami melatonin dengan meniru warna yang terlihat pada jam-jam siang hari.

Untuk mengatasi efek fisiologis yang menyakitkan dari cahaya biru pada perangkat seperti iPhone, Apple memperkenalkan fitur di iOS yang secara otomatis menggeser warna tampilan ke suhu yang lebih hangat. Fitur ini disebut Night Shift, yakni fitur manajemen layar yang diluncurkan pada iOS 9.3 di tahun 2016.

Fitur Night Mode di Smartphone (androidheadlines,com)
Fitur Night Mode di Smartphone (androidheadlines,com)


Tingkat Kecerahan Cahaya Lebih Penting dari Warna


Dr. Tim Brown menjelaskan bahwa penelitian sekitar 20 tahun lalu mengaitkan melanopsin, protein peka cahaya yang ditemukan di mata, dengan pengaturan jam tubuh. 

Nah, karena melanopsin lebih baik mendeteksi foton gelombang pendek, sistem ini dianggap lebih sensitif terhadap cahaya biru. Brown mengatakan sel kerucut di retina, yang bertanggung jawab untuk mendeteksi warna, kini dianggap memainkan peran yang lebih besar dalam ritme tidur alami.

"Sistem melanopsin secara fundamental ada untuk mendeteksi kecerahan," katanya.

Baca juga: Samsung Galaxy S10 Plus Pamer Hasil Jepretan Mode Malam

Efeknya, studi menunjukkan tingkat kecerahan lebih penting daripada suhu warna, kata laporan tersebut. Selanjutnya, pada tingkat output yang identik, cahaya biru lebih rileks daripada kuning karena rona biru meniru palet warna yang khas untuk senja.

Penelitian ini sudah pasti sangat mendukung pengembangan yang dilakukan oleh Apple. Pengguna perangkat iOS dan macOS tampaknya puas dengan efektivitas Night Shift dan Mode Gelap Apple. Tak heran, mengapa banyak orang lebih tertarik dengan produk Apple, walau harganya sangat mahal.

Post a Comment