Pahami Terlebih Dahulu Sebelum Melakukan Pinjaman Online

Ingin melakukan pinjaman online? Perhatikan beberapa hal berikut sebelum mengajukannya.

 


Di era yang serba modern seperti ini untuk mendapatkan pinjaman uang bukanlah hal yang sulit. Anda bisa memilih pinjaman online dengan syarat yang mudah dan pencairan dana yang cepat.

Hanya saja, Anda tetap perlu waspada dengan kemudahan yang diberikan. Agar Anda tidak terlena untuk mendapatkan pinjaman online, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan.

Tips Melakukan Pinjaman Online

Pinjaman online memang mudah untuk dilakukan. Hanya saja, ada beberapa hal yang perlu Anda perhatikan sebelum mulai mengajukan pinjaman ke perusahaan fintech.

  1. Pilih aplikasi pinjaman online terpercaya

Hal pertama yang harus dilakukan adalah dengan memiliki aplikasi pinjaman online yang sudah terdaftar di OJK. Hal ini untuk meminimalisir risiko penipuan ataupun yang berhubungan dengan keamanan data yang Anda berikan. Untuk memudahkan nasabahnya, perusahaan fintech juga sudah menyediakan aplikasi Android.

Baca juga : Rekomendasi pinjaman online

Anda bisa memilih beberapa rekomendasi aplikasi pinjaman online terbaik dan mengunduhnya secara gratis di Play Store. Untuk meyakinkan Anda sebelum mengunduh aplikasi, membaca ulasan pengguna lain perlu untuk dilakukan.

  1. Perhatikan bunga pinjaman online

Berbeda jika Anda harus melakukan pinjaman di bank dengan besar bunga yang dihitung per bulan, untuk pinjaman online sendiri bunga dihitung harian. Tentunya, Anda perlu cermat dalam menghitungnya dan bisa menghitung sendiri dengan menggunakan cara berikut.

    1. Bunga flat, dihitung berdasarkan pokok pinjaman. Misalnya, pinjam 1 juta dengan jangka 15 hari dengan bunga 1% tiap hari. Maka bunganya adalah (1% x 15) x 1 juta menjadi 150 ribu.

    2. Bunga berbunga, dihitung berdasarkan pokok pinjaman dan bunga pinjaman. 

  1. Ketahui biaya pinjaman

Hal lain yang juga penting untuk diperhatikan adalah biaya pinjaman yang perlu Anda keluarkan. Anda bisa mengetahui di laman FAQ aplikasi yang dijelaskan dengan lengkap. Beberapa biaya yang perlu Anda ketahui sebagai berikut ini.

  • Biaya admin, bunga, biaya asuransi, dan provisi.

  • Early repairment, jika Anda ingin melunasinya dengan cepat.

  • Biaya jika terdapat keterlambatan pembayaran.

  1. Pahami risiko menunggak

Selain Anda harus membayar sejumlah uang ketika harus menunggak cicilan, Anda juga harus paham risiko lain yang harus diterima. Biasanya, Anda akan mendapat reminder SMS ataupun telepon yang mengingatkan untuk melakukan pembayaran. 

Tetapi, jika pembayaran sudah jatuh tempo, maka perusahaan fintech tempat Anda melakukan pinjaman tidak akan segan untuk melaporkan data Anda ke biro kredit. Hal ini akan berdampak pada reputasi data Anda, karena jika Anda akan mengambil pinjaman online lagi akan sulit untuk disetujui.

  1. Ketahui jika data HP akan diambil

Anda perlu mengetahui bahwa ketika Anda mengajukan pinjaman melalui aplikasi tentunya data HP akan diambil untuk menentukan layak tidaknya untuk diberikan pinjaman. Perusahaan fintech akan melakukan skoring sebagai pertimbangan dalam evaluasi pengajuan kredit.

Baca juga : Aplikasi pinjam uang

  1. Ketahui jenis pinjaman online yang ditawarkan

Jenis pinjaman online yang ditawarkan bisa Anda pilih sesuai dengan kemampuan membayarnya. Pinjaman online dengan tenor biasanya memiliki jangka waktu harian. Anda perlu membayar setelah jatuh tempo dengan membayar dana pokok beserta bunganya.

Selain itu, ada juga pinjaman dengan cicilan dengan jangka waktu di bawah 1 tahun. Anda bisa melakukan cicilan setiap minggu atau bulan .

  1. Pastikan bisa membayar dengan bunganya

Pinjaman online memang mudah dilakukan. Hanya saja, Anda perlu ingat apakah bisa membayar beserta bunganya atau tidak. Ingat kembali risiko yang bisa terjadi jika Anda telat membayarnya ya?

Kesimpulan

Pinjaman online bisa dilakukan jika Anda membutuhkan dana dengan cepat. Hanya saja, pastikan untuk melakukan pinjaman sesuai kebutuhan untuk menghindari ‘besar pasak daripada tiang’.

Posting Komentar