Investasi Saham Syariah (padmaresortbali.com)

Investasi saham halal atau haram dalam Islam? Untuk masalah ini kami tidak mengetahui secara pasti. Namun, Anda bisa menghindari adanya unsur haram dengan investasi saham syariah. Tentu saja investasi tersebut berbeda dengan investasi saham konvesional. 

Selama ini banyak orang berpikir dua kali dalam berinvestasi karena takut bertentangan dengan Agama Islam. Mungkin karena alasan tersebut investasi syariah terlahir ke dunia. Memangnya seperti apa investasi saham syariah?

Arti Investasi Saham Syariah


Dari info yang disampaikan Bursa Efek Indonesia (BEI), saham syariah merupakan bursa efek berbentuk saham yang tidak bertentangan dengan prinsip syariah di Pasar Modal.

Prinsip-prinsip syariah ini pastinya sudah disepakati OJK dengan MUI. Dari kesepakatan tersebut, lahirlah Keputusan Ketua Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan No. KEP-208/BL/2012 tentang Kriteria dan Penerbitan Daftar Efek Syariah.

Kriteria Saham Syariah


Emiten Dilarang Melakukan Kegiatan Usaha yang Tidak Sesuai Prinsip Syariah


  1. Perjudian dan permainan yang tergolong judi.
  2. Perdagangan yang tidak disertai dengan penyerahan barang/jasa.
  3. Perdagangan dengan penawaran/permintaan palsu.
  4. Jasa keuangan bank berbasis bunga.
  5. Jasa keuangan perusahaan pembiayaan berbasis bunga.
  6. Jasa keuangan asuransi konvensional.
  7. Produksi barang atau jasa haram zatnya (haram li-dzatihi).
  8. Produksi barang atau jasa haram bukan karena zatnya (haram lighairihi) menurut Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN MUI).
  9. Produksi barang atau jasa yang merusak moral dan/atau bersifat mudarat.
  10. Melakukan transaksi yang mengandung unsur suap (risywah).

Emiten atau perusahaan harus memenuhi rasio-rasio keuangan


  1. Total utang yang berbasis bunga dibandingkan dengan total aset tidak lebih dari 45 persen.
  2. Total pendapatan bunga dan pendapatan tidak halal lainnya dibandingkan dengan total pendapatan usaha (revenue) dan pendapatan lain-lain tidak lebih dari 10 persen.

Kelebihan Investasi Saham Syariah


Saham Syariah sudah dijamin kehalalannya oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI).
Terdapat saham LQ45 yang masuk saham syariah. Sehingga saham ini termasuk likuid atau bisa diperdagangkan. Sehingga saham syariah bisa diperjualbelikan tanpa menunggu lama.
Saham syariah juga meliputi blue chip yang minim risiko penurunan harga sehingga lebih aman.
Anda dapat memperoleh keuntungan lewat capital gain maupun pembagian dividen.

Cara Investasi Saham Syariah


  1. Buka rekening efek atau rekening saham di perusahaan sekuritas.
  2. Cek indeks-indeks saham syariah, seperti Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI), Jakarta Islamic Index (JII), dan Jakarta Islamic Index 70 (JII70 Index).
  3. Lihat fundamental di website IDX.
  4. Pastikan saham syariah tersebut mempunyai kapitalisasi pasar yang besar.
  5. Cek pergerakan harga saham di chart dari RTI Infokom atau Investing.com.
  6. Baca buku tentang investasi dan saham, seperti The Intelligent Investor dan Security Analysis karya Benjamin Graham, Common Stocks and Uncommon Profits karya Philip Fisher, hingga Business Adventures: Twelve Classic Tales from the World of Wall Street karya John Brooks.

Rekomendasi Daftar Saham Syariah


  1. Unilever Indonesia (UNVR) - harga saham Rp 45 ribu per lembar.
  2. Indofood CBP Sukses Makmur (ICBP) - harga saham Rp 9 ribu per lembar.
  3. Telekomunikasi Indonesia (TLKM) - harga saham Rp 3.800 per lembar.

Kesimpulan


Demikian beberapa kelebihan investasi saham syariah, cara investasi, hingga daftar saham syariah. Seluruh investasi saham syariah bisa dipastikan halal karena sudah dijamin oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI). 

Baca juga:

Nah, bagi Anda yang masih takut berinvestasi, cobalah investasi saham syariah secara online. Siapa tahu, rezeki Anda memang di sana. Anda bisa investasi secara aman, tenang, dan tidak takut dosa.

Post a Comment