PUBG Mobile Tembaki Kakbah (twitter.com)

Saat ini PUBG Mobile jadi salah satu game battle royale paling populer di dunia. Ya, kepopuleran PUBG Mobile terus menanjak sampai tak terasa telah merayakan ulang tahun yang pertama.

Bersamaan dengan ulang tahun pertama, PUBG Mobile Season 5 juga berakhir, digantikan Season 6. Namun sayangnya, di PUBG Mobile Season 6 terdapat salah satu fitur baru yang mengundang kontroversi.

Peti Ulang Tahun PUBG Mobile Mirip Kakbah


Mengapa bisa menjadi kontroversi? Sebab, fitur terbaru ini dianggap melecehkan umat Islam. Di dalam game PUBG Mobile Season 6 terdapat semacam peti yang mirip dengan Kakbah.

Peti tersebut harus dijadikan sasaran tembak para pemain. Melihat bentuk peti yang menyerupai kakbah, akun Twitter Mesum Patel (@mesumpatel) langsung membuat taggar #BOYCOTTPUBG.

Dia menuliskan cuitan kemarahannya terhadap PUBG karena membuat obyek sasaran tembak menyerupai kakbah.



"#BOYCOTTPUBG Saya sangat mengutuk game ini. Semua Muslim harus BOYCOTT game ini. Karena pembaruan baru di mana mereka telah menunjukkan hadiah yang terlihat seperti Kabba Suci kami dalam game ini dan orang-orang membidik target itu yang murni merupakan aksi terorisme," tweet @mesumpatel.

PUBG Mobile India Minta Maaf


Tak berselang lama, pihak PUBG Mobile India langsung minta maaf karena telah menyinggung umat Islam.


"Kami menghargai tanggapan Anda tentang Peti Ulang Tahun, dan kami mohon maaf atas kekhilafan ini. Kami akan mendesain ulang Peti Ulang Tahun dan segera merilisnya. Terima kasih atas dukungan Anda yang berkelanjutan dari PUBG MOBILE," tweet @PUBGMobile_IN.

Main PUBG Dipenjara


Negara India memang keras terhadap game PUBG. Bahkan, beberapa kota di India melarang masyarakat bermain PUBG. Bagi yang melanggar dan tetap bermain PUBG akan dipenjara.

Kepolisian India tidak main-main soal larangan tersebut. Pasalnya, sudah ada 20 orang yang ditangkap di Gujarat gara-gara main PUBG selama dua hari. Undang-undang untuk menangkap pemain PUBG tertuang pada kode pidana India Bab 188 Bagian 35. Aturan larangan main PUBG sudah berlaku sejak tanggal 6 Maret 2019.

Jadi, 20 orang tadi ditanggap kemudian smartphone milik mereka disita untuk dijadikan barang bukti. Berapa lama orang-orang tadi mendekam di penjara?

Tidak lama, karena mereka langsung dikeluarkan pada hari penangkapan. Mereka bebas dengan jaminan. Namun, jika mengulanginya lagi, para pemain PUBG akan dijebloskan ke penjara selama satu bulan.

Alasan Pemerintah India melarang game PUBG karena mereka meyakini bahwa PUBG merupakan game yang berbahaya dan dapat membuat anak-anak kecanduan.

Menurut WHO Pemain PUBG Tidak Harus Dipenjara


Kecanduan game merupakan salah satu gangguan mental. Namun, menurut World Health Organization (WHO), pemain yang kecanduan main PUBG tidak harus dipenjara. Mereka seharusnya diterapi agar tingkat kecanduannya berkurang. Terapi ini mirip dengan pengguna narkotika.

Kelihatannya pihak pemerintah di India sedikit berlebihan terhadap game PUBG dan pemainnya. Sebab, game sebenarnya sarana hiburan untuk membuang kepenatan setelah kerja atau banyak tugas di sekolah.

Baca juga: Download PUBG Lite Sekarang dan Mainkan di Hari Valentine

Ibaratnya game PUBG seperti pisau. Anda bisa terluka jika tidak mengetahui cara menggunakan pisau. Namun, pisau sendiri juga sangat bermanfaat untuk memotong atau mengupas sesuatu.

Jadi, yang dipermasalahkan seharusnya cara menggunakan pisau yang baik dan benar, bukan menghilangkan pisau atau memenjarakan para pengguna pisau.

Kalau pendapat Anda tentang game PUBG bagaimana?

1 Komentar

  1. Biar saya yang nanganin, maaf emng nya itu mirip kabbah yaa?? Orang jauh banget kek gitu, udah ini web jangan ngerusak popularitas Pungm dah, kecanduan game lebih baik dari pada kecanduan nongkrong di luar rumah, ngerokok lah, miras lah, judi lah, sampe tauran lagi.

    BalasHapus

Posting Komentar