Teknolagi.net - Tamagotchi yang dulu populer sebagai hewan peliharaan virtual kini mendapatkan sentuhan kecerdasan buatan (AI). Di China, hadir perangkat yang memungkinkan pengguna bukan hanya merawat peliharaan digital, tetapi juga mengajaknya berbicara dan membentuk kepribadian berdasarkan interaksi.
Fenomena tersebut diperlihatkan dalam video 20Detik yang menampilkan Tamagotchi AI dengan kemampuan interaksi yang jauh lebih kompleks dibandingkan perangkat virtual pet generasi lama. Perangkat ini dapat diajak berbicara dan mengingat interaksi yang dilakukan bersama pemiliknya.
Konsep tersebut membuat pengalaman memelihara hewan virtual terasa lebih personal. Semakin sering pengguna mengajak berbicara atau bermain, semakin banyak pula pola interaksi yang dapat memengaruhi perilaku karakter AI tersebut.
Baca juga: 6 Cara Menerjemahkan Bahasa Manusia ke Bahasa Kucing dengan AI
Tamagotchi Tak Lagi Sekadar Peliharaan Virtual
Tamagotchi generasi lama pada dasarnya mengharuskan pengguna memberi makan, bermain, dan merawat karakter melalui layar kecil. Kehadiran AI membawa konsep tersebut ke level berbeda dengan memberikan kemampuan komunikasi dan memori.
Dalam laporan detikINET mengenai perkembangan Tamagotchi berbasis AI di China, perangkat bernama Sweeker dari startup Takway AI bahkan dirancang sebagai AI pet fisik yang dapat berkembang secara emosional dan fisik. Perangkat tersebut memiliki sejumlah tahap pertumbuhan, mulai dari Egg, Baby, Teen hingga Adult.
Perkembangannya dipengaruhi oleh interaksi pengguna. Semakin sering diajak berkomunikasi dan mendapatkan perhatian, karakter dapat berkembang dengan pola perilaku yang berbeda.
Kepribadian Bisa Berkembang Berdasarkan Interaksi
Hal menarik lainnya adalah kemampuan AI dalam membangun karakter yang lebih personal. Sweeker, misalnya, menggunakan sistem kepribadian berbasis MBTI dan dapat berubah mengikuti pola interaksi dengan pemiliknya.
AI juga dirancang untuk menyimpan memori jangka panjang terkait preferensi, suasana hati, hingga percakapan sebelumnya. Dengan demikian, karakter yang dimiliki setiap pengguna berpotensi berkembang menjadi berbeda karena pengalaman interaksinya tidak sama.
Konsep ini membuat Tamagotchi tidak lagi sekadar permainan untuk menjaga karakter virtual tetap hidup. AI memungkinkan perangkat tersebut memberikan respons yang terasa lebih personal dan membangun hubungan interaktif dengan penggunanya.
AI Mulai Mengubah Konsep Virtual Pet
Perkembangan Tamagotchi berbasis AI menunjukkan bagaimana teknologi kecerdasan buatan mulai masuk ke perangkat hiburan yang sebelumnya sangat sederhana.
Jika Tamagotchi klasik hanya mengikuti aturan pemrograman yang telah ditentukan, perangkat berbasis AI dapat memproses percakapan, mengingat pengalaman sebelumnya, serta menyesuaikan respons berdasarkan pola interaksi pengguna.
Di ajang Global Connect Show Shenzhen 2026, selain Sweeker, startup China juga memperkenalkan Senso, perangkat berbasis AI yang membantu pengguna merawat tanaman. Keduanya menunjukkan tren yang sama, yakni menggabungkan AI dengan konsep pendamping digital dan aktivitas sehari-hari.
Bagi generasi yang pernah memainkan Tamagotchi pada era 1990-an, perkembangan ini menjadi gambaran menarik mengenai bagaimana konsep hewan peliharaan virtual berevolusi. Dari sekadar karakter kecil di layar, kini AI memungkinkan peliharaan digital untuk diajak berbicara, mengingat pemiliknya, dan memiliki perilaku yang dapat berkembang.
Namun, semakin personal interaksi dengan AI, semakin penting pula memperhatikan bagaimana data percakapan dan kebiasaan pengguna dikelola. Pada akhirnya, Tamagotchi AI bukan hanya menawarkan nostalgia, tetapi juga menjadi contoh bagaimana kecerdasan buatan mulai membuat perangkat digital terasa semakin hidup.

