Teknolagi.net - Memasuki tahun 2026, biaya pajak kendaraan bermotor kembali menjadi perhatian utama para pemilik motor dan mobil di Indonesia. Kenaikan Nilai Jual Kendaraan Bermotor (NJKB), kebijakan pajak progresif, serta aturan baru kendaraan listrik membuat banyak orang ingin tahu berapa estimasi pajak yang harus dibayar tahun ini.
Tidak sedikit pemilik kendaraan yang kaget saat membayar pajak karena nominalnya terasa lebih mahal dibanding tahun sebelumnya. Padahal, dengan memahami rumus pajak kendaraan bermotor PKB 2026, simulasi per tipe kendaraan, serta tarif SWDKLLJ terbaru, kamu bisa memperkirakan biaya pajak secara mandiri sejak awal.
Artikel ini akan membahas daftar pajak kendaraan bermotor 2026 terbaru tarif mobil dan motor, lengkap dengan simulasi, contoh perhitungan, tarif pajak progresif, hingga cara cek pajak online lewat SIGNAL dan e-Samsat. Semua disajikan dengan bahasa mudah dipahami dan akurat.
Baca juga: Cara Cek Pajak Mobil Online dengan Mudah dan Akurat
Apa Itu Pajak Kendaraan Bermotor (PKB)?
Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) adalah pajak tahunan yang dikenakan kepada pemilik kendaraan bermotor, baik roda dua maupun roda empat. PKB dipungut oleh pemerintah provinsi dan menjadi salah satu sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Komponen utama pajak kendaraan bermotor meliputi:
-
PKB (Pajak Kendaraan Bermotor)
-
SWDKLLJ (Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan)
-
Opsen pajak (di beberapa daerah)
-
Denda (jika terlambat)
Pada 2026, struktur dasar pajak masih sama, namun terdapat penyesuaian tarif dan kebijakan khusus, terutama untuk kendaraan listrik.
Baca juga: Program Pemutihan Pajak Kendaraan: Manfaat, Tujuan, dan Daftar Daerah
Rumus Pajak Kendaraan Bermotor PKB 2026 Lengkap
Sebelum melihat daftar tarif, penting memahami cara menghitung pajak kendaraan bermotor 2026 secara mandiri.
Rumus Dasar PKB:
Keterangan:
-
Tarif PKB: Umumnya 1%–2% untuk kendaraan pertama
-
NJKB: Nilai Jual Kendaraan Bermotor (ditentukan pemerintah)
-
Bobot Kendaraan: Faktor kerusakan jalan dan pencemaran
Contoh Perhitungan:
Mobil dengan NJKB Rp200.000.000
Tarif PKB 1,5%
Bobot 1,05
PKB = 1,5% x 200.000.000 x 1,05
PKB = Rp3.150.000
Lalu ditambah SWDKLLJ sesuai jenis kendaraan.
Baca juga: Cara Bayar Pajak Kendaraan dan Perpanjangan di Samsat Online
Tarif SWDKLLJ Motor dan Mobil 2026 Terbaru
SWDKLLJ bersifat tetap dan tidak dipengaruhi NJKB.
Tarif SWDKLLJ Motor 2026:
-
Motor ≤ 250 cc: Rp35.000
-
Motor > 250 cc: Rp83.000
Tarif SWDKLLJ Mobil 2026:
-
Sedan, Jeep, Minibus: Rp143.000
-
Pick-up dan truk ringan: Rp163.000
-
Bus dan truk besar: Rp193.000
Daftar Pajak Motor 2026: Skutik, Sport, dan Bebek
Pajak Motor Matik 2026 (Panjang Daftar Tarif)
Honda Vario Series
-
Vario 125: Rp280.000 – Rp320.000
-
Vario 160: Rp350.000 – Rp420.000
Yamaha NMAX Terbaru
-
NMAX Standard: Rp420.000 – Rp480.000
-
NMAX Connected: Rp500.000 – Rp550.000
Yamaha Aerox
-
Aerox 155: Rp380.000 – Rp450.000
Tarif Pajak Motor Sport 2026
Daftar Pajak Kawasaki Ninja 250 dan Yamaha R15 2026
-
Ninja 250: Rp750.000 – Rp900.000
-
Yamaha R15: Rp450.000 – Rp520.000
-
CBR 250RR: Rp900.000 – Rp1.050.000
Estimasi Pajak Mobil 2026 Terbaru per Tipe dan Varian
Pajak Tahunan City Car dan Hatchback 2026
-
Toyota Agya: Rp2.100.000 – Rp2.400.000
-
Honda Brio: Rp2.300.000 – Rp2.700.000
-
Suzuki S-Presso: Rp1.900.000 – Rp2.200.000
Pajak Mobil Keluarga MPV 2026
-
Toyota Avanza: Rp3.200.000 – Rp3.800.000
-
Mitsubishi Xpander: Rp3.800.000 – Rp4.500.000
-
Suzuki Ertiga: Rp3.000.000 – Rp3.500.000
Pajak Tahunan Mobil SUV 2026 Estimasi Biaya
-
Toyota Rush: Rp3.800.000 – Rp4.300.000
-
Honda HR-V: Rp4.200.000 – Rp5.000.000
-
Fortuner Diesel: Rp6.500.000 – Rp7.800.000
-
Pajero Sport: Rp6.800.000 – Rp8.200.000
Pajak Kendaraan Listrik 0 Persen di 2026 Indonesia
Kabar baik bagi pemilik EV. Pemerintah masih menerapkan pajak kendaraan listrik 0 persen di 2026 Indonesia untuk PKB.
Perbedaan Pajak Kendaraan Listrik dan Konvensional 2026
-
PKB kendaraan listrik: 0%
-
SWDKLLJ tetap dibayar
-
Tidak terkena pajak progresif di beberapa daerah
-
Biaya pajak jauh lebih murah
Contoh:
Mobil listrik senilai Rp400 juta
PKB: Rp0
SWDKLLJ: Rp143.000
Total pajak tahunan: ±Rp150.000
Pajak Progresif Kendaraan Bermotor 2026
Pajak progresif dikenakan jika satu nama memiliki lebih dari satu kendaraan.
Tarif Pajak Kendaraan Progresif DKI Jakarta 2026
-
Kendaraan ke-1: 2%
-
Kendaraan ke-2: 2,5%
-
Kendaraan ke-3: 3%
-
Kendaraan ke-4: 3,5%
-
Kendaraan ke-5 dst: 4%
Pajak Progresif Kendaraan Bermotor 2026 Simulasi Perhitungan
Mobil kedua NJKB Rp300 juta
Tarif 2,5%
PKB = 2,5% x 300.000.000 = Rp7.500.000
Cara Blokir STNK untuk Hindari Pajak Progresif
Jika kendaraan sudah dijual, lakukan blokir STNK agar tidak terkena pajak progresif.
Langkah singkat:
-
Siapkan KTP dan STNK lama
-
Surat jual beli atau kuitansi
-
Datang ke Samsat atau layanan online
-
Ajukan blokir kepemilikan
Cara Cek Pajak Kendaraan Online Lewat SIGNAL dan e-Samsat
Cek Pajak via Aplikasi SIGNAL
-
Unduh aplikasi SIGNAL
-
Registrasi NIK dan data kendaraan
-
Pajak langsung muncul
-
Bisa bayar online
Cek Pajak via e-Samsat
-
Masuk website Samsat provinsi
-
Masukkan plat nomor
-
Lihat detail PKB & SWDKLLJ
Tips Menghindari Denda Pajak Kendaraan Bermotor 2026
-
Bayar pajak sebelum jatuh tempo
-
Aktifkan notifikasi di SIGNAL
-
Simpan STNK digital
-
Manfaatkan pemutihan pajak daerah
-
Blokir STNK kendaraan yang sudah dijual
Simulasi Tarif Pajak Kendaraan Bermotor 2026 Lengkap
Motor 150 cc
-
PKB: Rp280.000
-
SWDKLLJ: Rp35.000
Total: Rp315.000
Mobil MPV
-
PKB: Rp3.500.000
-
SWDKLLJ: Rp143.000
Total: Rp3.643.000
FAQ Pajak Kendaraan Bermotor 2026
1. Apakah pajak kendaraan naik di 2026?
Sebagian naik karena penyesuaian NJKB dan bobot kendaraan.
2. Apakah kendaraan listrik benar-benar bebas pajak?
PKB gratis, tetapi tetap bayar SWDKLLJ.
3. Bagaimana cara menghitung pajak motor sendiri?
Gunakan rumus PKB x NJKB lalu tambah SWDKLLJ.
4. Apakah pajak progresif berlaku nasional?
Ya, tetapi tarif berbeda tiap provinsi.
5. Bisa bayar pajak kendaraan tanpa ke Samsat?
Bisa lewat SIGNAL dan e-Samsat.
Penutup
Mengetahui biaya pajak kendaraan 2026 untuk motor dan mobil sejak awal akan membantu kamu mengatur keuangan lebih baik. Dengan memahami tarif terbaru, simulasi perhitungan, serta kebijakan pajak progresif, risiko denda dan kejutan biaya bisa dihindari.
Kabar baiknya, teknologi kini mempermudah pemilik kendaraan untuk cek dan bayar pajak secara online tanpa antre panjang. Ditambah insentif pajak kendaraan listrik, tren kepemilikan kendaraan pun mulai bergeser.
Jika artikel ini bermanfaat, jangan lupa bagikan ke keluarga dan teman agar mereka juga paham estimasi pajak kendaraan bermotor 2026 secara lengkap dan akurat.

