Samsung Galaxy Z Fold 8 Mulai Bikin Loyalis iPhone Berpaling dan Lebih Menarik untuk Anak Muda

Samsung Galaxy Z Fold 8 Mulai Bikin Loyalis iPhone Berpaling dan Lebih Menarik untuk Anak Muda


Teknolagi.net - Galaxy Z Fold 8 mulai menunjukkan daya tarik yang cukup kuat di kalangan pengguna iPhone, khususnya konsumen muda di Korea Selatan. Sejumlah pengguna yang sebelumnya loyal terhadap Apple mengaku tertarik meninggalkan iPhone setelah mencoba ponsel lipat terbaru Samsung tersebut.

Fenomena ini muncul di tengah tingginya antusiasme terhadap Galaxy Z Fold 8 di Korea Selatan. Samsung dilaporkan mencatat sekitar 1,44 juta unit preorder untuk perangkat tersebut. Secara global, penjualannya juga disebut telah menembus lebih dari 5 juta unit.

Yang menarik, daya tarik Galaxy Z Fold 8 tidak hanya datang dari pengguna smartphone premium secara umum. Samsung mencatat sekitar separuh pelanggan preorder berasal dari kelompok usia remaja hingga 30-an.

Baca juga: Samsung Z Trifold: HP Samsung Lipat Tiga Sold Out dalam 5 Menit

Perempuan Muda Mulai Melirik Galaxy Z Fold 8

Perubahan tren semakin terlihat dari meningkatnya minat konsumen perempuan. Data Samsung.com yang dikutip Korea JoongAng Daily menunjukkan pembelian Galaxy Z Fold 8 oleh perempuan meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan generasi sebelumnya.

Angka tersebut cukup menarik karena iPhone masih sangat populer di kalangan perempuan muda Korea Selatan. Sekitar 67 persen perempuan Korea Selatan berusia 20-an disebut menggunakan iPhone.

Namun, Galaxy Z Fold 8 tampaknya mulai menawarkan sesuatu yang membuat sebagian pengguna tersebut penasaran.

Di media sosial, muncul sejumlah komentar dari pengguna yang mengaku mulai bosan dengan desain smartphone konvensional. Bahkan, ada yang menyebut iPhone kini terasa seperti "HP bapak-bapak".

Komentar tersebut tentu bukan berarti iPhone kehilangan seluruh penggemarnya. Namun, tren ini menunjukkan bahwa desain dan pengalaman menggunakan smartphone mulai menjadi faktor penting bagi konsumen muda ketika memilih perangkat premium.

Loyalis Apple Mulai Beralih

Salah satu contohnya adalah Jeong Da-um, perempuan berusia 26 tahun yang sebelumnya menggunakan iPhone 17 Pro. Ia kemudian memutuskan beralih ke Galaxy Z Fold 8 dan membagikan pengalaman unboxing perangkat tersebut melalui Instagram.

Ketertarikannya muncul setelah melihat perangkat secara langsung.

"Saya langsung jatuh cinta ketika melihatnya secara langsung karena sangat cantik," ujarnya.

Pengalaman serupa dialami Jeong Seo-hee, 22 tahun. Ia sebenarnya sempat berencana membeli iPhone, tetapi berubah pikiran setelah mencoba Galaxy Z Fold 8 secara langsung.

Menurutnya, perangkat tersebut terasa ringan dan menawarkan hasil kamera dengan karakter visual yang menarik.

"Saya tadinya ingin beralih ke iPhone, tetapi setelah benar-benar mencoba Z Fold 8, saya berubah pikiran karena ringan dan hasil fotonya punya estetika yang bagus," katanya.

Cerita seperti ini memperlihatkan bahwa keunggulan ponsel lipat tidak selalu harus berkaitan dengan spesifikasi teknis. Desain, kenyamanan, kamera, hingga pengalaman saat pertama kali menggenggam perangkat juga dapat memengaruhi keputusan konsumen.

Galaxy Z Fold 8 Tak Lagi Identik dengan Ponsel Tebal

Salah satu perubahan paling mencolok pada Galaxy Z Fold 8 adalah desainnya yang semakin tipis dan ringan. Samsung mengembangkan konsep yang menyerupai sebuah paspor, yakni perangkat yang tetap nyaman digunakan ketika dilipat tetapi menawarkan layar besar ketika dibuka.

Bobotnya disebut hanya 201 gram. Ukuran tersebut membuat Galaxy Z Fold 8 berusaha menghilangkan salah satu stigma yang selama ini melekat pada smartphone foldable, yaitu bodinya yang tebal dan berat.

Kesan tersebut juga terlihat ketika Samsung memperkenalkan perangkatnya kepada konsumen di Korea Selatan.

Saat sejumlah perempuan berusia remaja hingga 30-an diminta memberikan kesan pertama setelah melihat Galaxy Z Fold 8 di Samsung Store Hongdae, kata-kata seperti "cute", "tipis", "cantik", dan "menarik" menjadi respons yang banyak muncul.

Menariknya, performa dan spesifikasi justru bukan hal pertama yang mereka perhatikan.

Hal ini menunjukkan bahwa Samsung berhasil menjadikan desain sebagai salah satu daya tarik utama Galaxy Z Fold 8, terutama bagi konsumen yang menginginkan smartphone premium dengan bentuk berbeda dari kebanyakan perangkat di pasaran.

Konsep "Passport Phone" Sudah Lama Disiapkan Samsung

Konsep smartphone yang menyerupai paspor sebenarnya bukan gagasan baru bagi Samsung.

Perusahaan asal Korea Selatan tersebut pernah memperlihatkan visi perangkat dengan rasio layar 4:3 yang dapat dilipat menyerupai dompet atau paspor dalam ajang CES 2013.

Kini, sekitar 13 tahun kemudian, perkembangan teknologi memungkinkan konsep tersebut diwujudkan dalam perangkat yang jauh lebih tipis dan ringan.

Galaxy Z Fold 8 menjadi salah satu contoh bagaimana teknologi layar lipat mulai bergerak dari sekadar gimmick menjadi bagian dari desain smartphone premium.

Jepang Ikut Menunjukkan Antusiasme

Daya tarik Galaxy Z Fold 8 juga mulai terlihat di Jepang, yang selama ini dikenal sebagai salah satu pasar kuat Apple.

Sejumlah varian Galaxy Z Fold 8 dilaporkan sempat habis setelah mulai dijual pada 7 Agustus 2026. Reservasi untuk mencoba perangkat tersebut di flagship store Samsung di Harajuku, Tokyo, juga disebut telah penuh.

Jika tren ini terus berlanjut, Samsung berpotensi memperluas basis pengguna ponsel lipatnya di pasar yang sebelumnya cukup sulit ditembus oleh perangkat Android premium.

Meski demikian, persaingan di segmen smartphone layar lipat diperkirakan akan semakin ketat. Apple disebut tengah menyiapkan iPhone dengan layar lipat yang berpotensi menjadi pesaing langsung Galaxy Z Fold.

Jika iPhone lipat benar-benar hadir, persaingan antara Samsung dan Apple tidak lagi sekadar soal sistem operasi atau ekosistem. Keduanya akan berhadapan langsung dalam menawarkan pengalaman smartphone premium dengan desain layar yang sama-sama berbeda.

Untuk saat ini, Galaxy Z Fold 8 tampaknya berhasil menciptakan rasa penasaran baru di kalangan pengguna iPhone. Bagi sebagian konsumen muda, smartphone yang terlihat berbeda dan menawarkan pengalaman baru mulai menjadi alasan kuat untuk meninggalkan perangkat yang sebelumnya mereka gunakan selama bertahun-tahun.

LihatTutupKomentar