Teknolagi.net - Jika kamu pernah penasaran apakah merakit HP sendiri itu mungkin, maka cerita yang kamu lihat dari pria satu ini akan membuka mata. Bayangkan saja: sebuah Xiaomi 14T, HP flagship killer dengan harga resmi Rp5.799.000, justru ia rakit sendiri hanya dengan modal sekitar Rp3.245.000. Bukan beli unit baru, melainkan mengumpulkan part demi part dari berbagai toko online, grup teknisi, hingga toko sparepart offline. Gaya rakitannya ini bukan hanya nekat, tapi juga penuh perhitungan.
Kamu sebagai penonton dibuat seakan menyaksikan langsung proses panjangnya: mulai berburu mesin yang susah dicari, mendapatkan LCD copotan yang masih bagus, sampai momen deg-degan ketika mesin yang ia beli ternyata… tidak mau nyala. Di balik itu semua, kamu bisa melihat betapa ia berusaha menghidupkan kembali “calon” Xiaomi 14T rakitannya untuk menggantikan HP lamanya yang mati total.
Artikel ini akan membawamu menyelami proses perakitannya satu per satu, sekaligus membandingkan apakah langkah ekstrem ini benar-benar lebih hemat dibanding beli Xiaomi 14T baru. Kamu akan tahu di bagian akhir: worth it atau justru boncos?
Baca juga: Kelebihan Xiaomi 15T Pro: Spesifikasi, Fitur Utama, dan Harga Terbaru
Total Modal Rakit Xiaomi 14T (Lengkap)
Dari screenshot biaya yang ia tampilkan, inilah daftar lengkap part yang ia beli:
| Komponen | Harga |
|---|---|
| Mesin + Kamera | Rp950.000 |
| Back Cover | Rp180.000 |
| Flexibel | Rp75.000 |
| Printilan (cover mesin, sim tray, dll.) | Rp250.000 |
| LCD + Frame Copotan | Rp1.500.000 |
| Baterai | Rp290.000 |
| Total | Rp3.245.000 |
Harga resmi Xiaomi 14T: Rp5.799.000
Selisih penghematan: ± Rp2.554.000
Dari awal saja kamu sudah bisa lihat bahwa secara hitungan kasar, proyek rakit ini memang lebih murah dibanding beli baru.
Mengapa Ia Memutuskan Merakit HP Sendiri
Saat kamu mengikuti ceritanya, alasan utama proyek ini sederhana: HP lamanya mati total.
Ia sebelumnya memakai Samsung S21 FE, namun HP itu mendadak mati setelah ia pakai memotret timelapse selama 6 jam untuk kebutuhan 3D printer. Mulai muncul garis light saber di layar, panas ekstrem, lalu… mati total. Tidak bisa hidup lagi.
Daripada membeli HP baru lagi, ia memilih jalan lain:
“Kenapa nggak coba ngerakit sendiri aja?”
Selain murah, ia juga penasaran apakah HP flagship mid-range seperti Xiaomi 14T bisa disusun dari part-part terpisah dengan hasil yang tetap bagus.
Berburu Part Xiaomi 14T di Berbagai Tempat
Bagian ini paling melelahkan dan membuatmu sadar: merakit HP bukan hal gampang.
1. Mesin HP – Rp950.000
Ia mendapatkannya dari grup teknisi handphone, bahkan dari temannya sendiri. Harga ini sudah termasuk kamera depan, kamera utama, ultrawide, dan telephoto.
Harga pasar di e-commerce: Rp1,5 juta ke atas.
Artinya mesin ini termasuk murah.
2. Back Cover – Rp180.000
Ia beli di toko sparepart offline dekat rumah.
Sayangnya back cover yang ia beli warnanya tidak cocok dengan baterai yang ia dapat. Yang satu silver, yang satu hijau-leather.
3. Flexibel – Rp75.000
Dibeli via Shopee. Ini bagian penting untuk koneksi antar-komponen.
4. Paket Printilan – Rp250.000
Berisi:
-
cover mesin bawah
-
cover mesin atas
-
SIM tray
-
pelengkap-pelengkap lain
Ia mendapatkannya dari teman teknisi di Facebook.
5. LCD Copotan + Frame – Rp1.500.000
Ini part paling mahal dari semuanya.
Ia sengaja memilih LCD copotan original karena:
-
kualitas jauh lebih bagus daripada LCD pihak ketiga
-
LCD ori jarang dijual kecuali di service center
-
hasil visual dan sensitivitas sentuh lebih optimal
6. Baterai – Rp290.000
Ia beli via Shopee.
Kemasan tertulis “original”, tapi ia sendiri tidak percaya 100%.
Proses Merakit Xiaomi 14T dari Nol
Sebagai penonton, kamu melihat langkah-langkah detailnya satu per satu.
1. Membersihkan housing & frame
LCD dan frame dibersihkan dari sisa-sisa thermal paste menggunakan:
-
pinset
-
alkohol cair
2. Membongkar lensa-lensa kamera
Ia melepas:
-
lensa selfie
-
lensa ultrawide
-
lensa utama
-
lensa telephoto
Tujuannya agar bisa dipasang lebih rapih dan dibersihkan satu per satu.
3. Membongkar copper plate chipset
Ia curiga copper plate yang menempel bukan bawaan pabrik.
Untungnya chipset belum pernah diriball, jadi aman.
4. Menambah thermal pad & copper plate baru
Ia mengganti sistem pendinginan sederhana dengan:
-
thermal pad
-
copper plate tambahan
Meskipun pemasangannya tidak serapi pabrik, tapi tetap berfungsi sebagai konduktor panas.
5. Merakit ulang seluruh komponen
Termasuk:
-
memasang mesin
-
menghubungkan fleksibel
-
memasang baterai
-
merapikan kabel
-
menutup cover bawah dan atas
Namun ada satu masalah besar…
Masalah Besar: Mesin Tidak Mau Nyala
Saat ia mencoba menyalakan mesin untuk pertama kali, kamu pasti ikut tegang.
Ia menekan tombol power berulang kali.
Mengecek kuningan konektor.
Menekan modul mesin.
Mencoba beberapa kali.
Tetap tidak mau hidup.
Di titik ini, kamu bisa merasakan kepanikannya:
mesin Rp950 ribu yang ia sangka murah ternyata mungkin mati total.
Ia bahkan bertanya:
“Waduh… ini mesin matot dijual atau gimana ya?”
Namun ia belum menyerah. Setelah beberapa menit mencoba, ia melanjutkan proses pengecekan mendalam (yang di video full lanjutannya).
Performa, Risiko, dan Perbandingan dengan Harga Resmi
Harga Resmi Xiaomi 14T di Indonesia
-
12GB + 256GB
-
Rp5.799.000
Harga Rakitannya
-
Total: Rp3.245.000
Selisih
Hemat ± Rp2,55 juta
Risiko Merakit HP
-
Part tidak 100% original
Terutama baterai dan beberapa printilan. -
Tidak ada garansi
Jika rusak, semua biaya kembali ke kantong sendiri. -
Mesin bisa saja bekas ribolling
Untungnya miliknya masih aman. -
Hasil akhir tidak serapi pabrik
Termasuk sistem pendinginan. -
LCD copotan = kualitas tergantung mantan pemilik sebelumnya
Namun dari sisi value, jika semua part bekerja normal, maka rakitan ini jelas sangat hemat.
Apakah Merakit Xiaomi 14T Ini Worth It?
Jika kamu menyimak seluruh prosesnya:
-
harga part lebih murah
-
kualitas sebagian besar original (mesin & LCD)
-
hanya sedikit perbedaan estetika
Dari sudut pandang biaya: sangat worth it.
Dari sisi risiko teknis: lumayan tinggi.
Namun jika kamu adalah teknisi atau hobi ngoprek, merakit Xiaomi 14T bisa menjadi proyek menyenangkan sekaligus menghemat uang hampir setengah harga resmi.
FAQ
1. Apakah merakit HP seperti ini aman?
Aman jika kamu tahu prosedurnya, memakai alat yang benar, dan membeli part berkualitas. Untuk orang awam, risikonya tinggi.
2. Apakah HP rakitan bisa dipakai harian?
Bisa, selama mesin, LCD, dan baterainya dalam kondisi bagus. Namun durability tidak bisa disamakan dengan unit baru dari pabrik.
3. Mengapa LCD copotan lebih disukai?
Karena LCD pihak ketiga biasanya redup, warna kurang akurat, dan sensitivitas sentuh tidak sebagus bawaan pabrik.
4. Apakah harga Rp3,2 juta ini bisa lebih murah lagi?
Bisa, jika kamu dapat mesin lebih murah atau LCD copotan dengan kondisi standar. Tapi risikonya juga lebih besar.
5. Kalau part rusak, apakah bisa klaim garansi?
Tidak. Hampir semua part dari grup teknisi atau e-commerce dijual tanpa garansi.
Penutup
Merakit Xiaomi 14T dari part terpisah adalah proyek yang tidak biasa. Kamu melihat langsung bagaimana seseorang bisa menghemat lebih dari dua juta rupiah hanya dengan keberanian, ketelitian, dan sedikit keberuntungan. Meski prosesnya penuh risiko, hasilnya bisa menjadi alternatif menarik bagi para penggemar oprekan atau mereka yang ingin mendapatkan HP flagship dengan harga yang lebih bersahabat.
Namun tentu saja, tidak semua orang akan cocok dengan metode ini. Jika kamu ingin keamanan, kenyamanan, dan garansi, membeli unit resmi tetap pilihan terbaik. Tapi kalau kamu penasaran dan ingin tantangan, cara seperti ini bisa menjadi pengalaman berharga dan menyenangkan.
Semoga kisah ini memberi gambaran baru tentang dunia perakitan HP, serta membuka wawasan bahwa ada banyak cara untuk memiliki perangkat berkualitas tanpa harus membayar harga penuh.
Jika menurutmu artikel ini bermanfaat, jangan lupa share ke teman-temanmu yang suka oprek HP atau sedang mencari alternatif murah untuk punya Xiaomi 14T!

